Insiden KTP (short story) (DSIBC)
Waktu aku nyampe di bandung tu, waktunya berdekatan sama waktu pilpres. Nah aku yang sejak awal udah niat golput dan terlanjur cuek sama urusan pemilu-pemiluan ini, akhirnya ga urus surat untuk pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Nah tapi, sekitar sehari atau dua hari menjelang pemilu, aku dapat kabar dari ibuk kos. Bahwasanya di lingkungan itu masi ada kuota untuk beberapa orang biar bisa milih walau ga urus surat pindah tps. Syarat yang diminta cuma fotokopi KTP saja. Hatiku tergerak tu buat ikutan pemilu kalo emang syaratnya dipermudah. Kapan lagi kan, aku bisa meluangkan waktuku yang berharga, jariku yang suci akan kucelupkan ke tinta ungu politik indonesia demi bisa menentukan masa depan bangsa. (ok berlebihan.). Setelah membulatkan tekat, akupun berangkat ke foto kopi terdekat. “Teh, mau fotokopi ktp teh. Dua lembar.” Kataku ke teteh tukang fotokopi. (waktu itu aku kaya nahan tawa karna maksain make logat sunda wkwk). Dan si teteh langsung ngerjain tuh. A...