Manusia berencana, Tuhan menentukan (Epilog)
Oke, chapter ini dibuat sebenarnya cuma sebagai pembelajaran buat aku pribadi. Karna kejadian yang baru baru ini terjadi membuat aku banyak sabar, sadar dan juga belajar. Singkatnya cerita Aisyah berakhir disini. Mulai saat ini. Aku ga menyalahkan dia atau siapapun. Aku menyalahkan diriku sendiri yang terlalu hobi memaksa keadaan. Yang terlalu naif dan seringkali dibutakan oleh situasi yang terjadi didepan mata. Aku adalah si orang yang paling ahli berpura pura. Aku seringkali mengabaikan kejadian kejadian yang tidak kumengerti. dan juga, mungkin karena aku terlalu terobsesi dengan Aisyah. Di saat aku mengetik tulisan ini, hati sedang hancur hancurnya. Kepala sibuk memikirkan cara bagaimana agar bisa tenang. Tapi semua itu minim aksi, yang bisa kulakukan hanya terpuruk diam dalam kamarku, Hanya keluar untuk mencari makan sekedar agar tetap bernafas. Perjuangan yang berdurasi hampir 6 tahun itu kini kandas. Semua tawa luka itu lenyap. Posisiku sekarang masi ada dalam posisi yang serba...