Manusia berencana, Tuhan menentukan (Epilog)


Oke, chapter ini dibuat sebenarnya cuma sebagai pembelajaran buat aku pribadi. Karna kejadian yang baru baru ini terjadi membuat aku banyak sabar, sadar dan juga belajar. Singkatnya cerita Aisyah berakhir disini. Mulai saat ini. Aku ga menyalahkan dia atau siapapun. Aku menyalahkan diriku sendiri yang terlalu hobi memaksa keadaan. Yang terlalu naif dan seringkali dibutakan oleh situasi yang terjadi didepan mata. Aku adalah si orang yang paling ahli berpura pura. Aku seringkali mengabaikan kejadian kejadian yang tidak kumengerti. dan juga, mungkin karena aku terlalu terobsesi dengan Aisyah.

Di saat aku mengetik tulisan ini, hati sedang hancur hancurnya. Kepala sibuk memikirkan cara bagaimana agar bisa tenang. Tapi semua itu minim aksi, yang bisa kulakukan hanya terpuruk diam dalam kamarku, Hanya keluar untuk mencari makan sekedar agar tetap bernafas. Perjuangan yang berdurasi hampir 6 tahun itu kini kandas. Semua tawa luka itu lenyap. Posisiku sekarang masi ada dalam posisi yang serba abu abu. Aku belum mendapatkan penjelasan yang pantas kudapat. Aku hanya bisa menerka nerka sambil bertanya ke diriku sendiri... “kok bisa sampe segininya?”. Banyak yang ingin kutanyakan ke Aisyah, tapi kalimat terakhirnya buat nyaliku ciut. Seolah hubungan yang kami bangun dengan penuh janji kini dihancurkan begitu saja. Dan terlebih lagi aku masi belum mendapat jawaban jelas apa penyebabnya.

Aku mencoba mencari jawaban dari tanda tanyaku. Tapi tetap nihil. Aku justru malah menemukan lebih banyak area kelabu yang tak kumengerti. Dan disinilah aku. Seorang manusia yang dibuat kebingungan oleh hubungan yang hancur begitu saja, tapi begitu takut untuk mencari tau jawaban jelasnya. Dimanapun kamu, dengan siapapun kamu. Yang bahagia ya. Maaf jika selama 5 tahun ini aku jadi sosok yang terlalu keras kepala, sosok yang terlalu yakin, sosok yang sangat suka memaksa keadaan. Aku minta maaf. Mungkin dengan adanya tulisan ini, mudah mudahan dapat membantu aku menanam perasaan yang tiba tiba mati ini.

Kegagalan ini mungkin akan membunuhku sedikit. Tapi niscaya aku akan bangkit. Entah lebih baik atau lebih buruk. Yang pasti aku senang mengenalmu. Assalamualaikum.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dueño Del Corazón (#8)

Manusia Dan Pasangan Sempurna

Kejutan Akhir Tahun 2024 (#14)