Manusia Dan Pasangan Sempurna

 "Kenapa bisa jadi kaya gitu si?"

 Tanyaku pada suatu malam aku setelah mendengar berita itu. Aku bertanya ke diriku sendiri kenapa jalannya jadi kaya gitu? Kenapa bisa hal kaya gitu kejadian... Dia yang sedemikian kupercaya. Kutanamkan harapan yang begitu dalam pada kisah kami, namun berakhir dengan cara yang tak pernah kuduga.

Kuceritakan sekali lagi tentangnya, sedikit tentang dia dan pengkhianatan yang dilakukannya. Aku tak benci padanya. Aku hanya bingung dengan keadaan, marah pada diriku sendiri karena bisa jatuh sedemikian dalam. Bukannya dia tidak pernah menyakitiku. Berkali kali. Tapi entah kenapa keyakinanku kalau aku bisa merubahnya membuatku bertahan 6 tahun lamanya. Seringkali ada keraguan pada prosesnya. Tapi kembali lagi, keyakinanku begitu gigih, begitu kokoh. Layaknya sebuah fondasi yang dibangun diatas doa doa manusia yang begitu berani menantang takdir tuhan.

Awalnya kisah kami begitu indah, layaknya cerita dongeng yang dimulai dari manusia dengan latar belakang yang berbeda. Sang Berandal jatuh cinta pada seorang ahli surga. Seorang bajingan yang memiliki mimpi untuk bisa bersama dengan orang yang dikaguminya atas dasar cinta. Berandal ini begitu lugu, begitu naif. Ia memiliki mimpi besar atas dasar cinta. Ia bermimpi untuk menikahi perempuan yang dikaguminya itu. Laki laki itu percaya, waktu tak akan menjadi masalah buatnya. Karena jika hasilnya sepadan, maka penantian seribu tahun pun tiada artinya. Asal dia yang ada diujungnya.

Di iringi doa doa dari sang pendosa, karena perempuan yang didambakannya ia pelan pelan mendekatkan diri pada sang pencipta. Bukan karena tanpa alasan, perempuan itu berkata pada sang berandal ”Jika mencintai suatu mahluk, dekati dulu penciptanya”. Jelas ucapan tersebut menjadi dorongan keras bagi si berandal. Tiang agama mulai dijaganya. Hal hal yang terasa sia sia ditinggalkannya. Usaha itu tak instan, tapi jelas membuat sang berandal semakin yakin dengan gadis pilihannya.

2 tahun usahaku mendekatinya, semua terasa begitu meyakinkan. Seolah olah bahkan tuhan ada disisiku untuk mengupayakan hubungan ini. Namun ya begitulah manusia apabila tenggelam dalam cinta. Semua jadi serba buram kecuali tujuan utama manusia itu. Keyakinan itu tumbuh dengan suburnya, dengan kokohnya, beriringan obrolan yang mengalir dengan begitu derasnya.  Disaat itu aku yakin, dialah pasangan yang sempurna.

4 Tahun aku bersamanya, keraguan mulai muncul. Aku mulai bertemu orang orang baru di kota baru yang kutinggali. Tapi setiap manusia baru yang bertemu denganku, tak ada yang membuat aku jatuh cinta sedalam dia. Mungkin ada beberapa momen aku sempat tersandung. Tapi tetap, dikarenakan keyakinanku, aku terus kembali ke pelukannya. Dia yang sudah kuanggap seperti rumah.

6 tahun kujalani hubungan dengan pasang surut. Putus nyambung dikarenakan satu dan lain hal. Tapi hal itu tak merubah sedikitpun perasaanku padanya. Namun sepertinya, tuhan mulai cemburu... Terjadi pula sebuah cerita pengkhianatan itu. Aku hancur sehancurnya. Tapi tuhan tak membiarkan aku Terpuruk terlalu dalam. Tuhan memberikan teman yang selalu ada disisiku. Mendengarkan keluh kesahku. Dan selalu semangat mendengar cerita ceritaku. Terima kasih teman teman baikku. Aku sayang kalian.

Setelah patah hati terbesar yang pernah kualami selama aku hidup. Aku mulai hilang kepercayaan pada cinta. Tapi aku masih ingin berharap. Aku mencoba lagi. Bertemu dengan orang baru. Dia adalah pahlawan yang membantuku melewati penggalan kisah suram itu. Dia baru kutemui, dia begitu kukagumi. Tapi sulit untuk hatiku untuk mencintainya sedalam itu. Apa karena sudah tak percaya? Atau hukuman karena sudah mengutuk cinta? Entahlah teman. Yang pasti, saat itu aku sama sekali tidak takut untuk melepaskannya. Dari situ aku tahu, ini bukan cinta. Karena cinta tak mungkin bisa melepaskan dengan begitu mudahnya.

Sekarang, aku sedang menjalani kutukan itu. Kesulitan untuk jatuh cinta lagi. Beberapa kali aku terlihat seperti manusia yang jatuh cinta, percayalah... itu perasaan yang dibuat buat. Aku bahkan sudah lupa bagaimana rasanya sebegitu relanya berkorban demi seseorang. Untuk siapapun yang nanti berhasil membuatku jatuh cinta lagi, Aku minta maaf karena masa lalu pria yang kau temui ini begitu kusut. Aku minta maaf karena aku datang kepadamu dengan perasaan penuh ragu. Maafkan aku bila pandanganku tentang cinta berubah begitu sinis. Tapi aku percaya. Siapapun kamu nanti, kamu bisa merubah pandanganku. Caraku memandang dunia dan memandang cinta. Dan semoga kamu segera datang, wahai Pasangan yang sempurna.

22 February 2026, Teruntuk patah hati terbesarku. Selamat yaa atas kelahiran anak pertamamu. Aku turut bahagia atas berkah yang kamu dapat. Teruslah hidup. Jadilah lebih baik setiap harinya. Doaku mungkin sudah berhenti menyertaimu. Tapi aku berharap keberkahan untuk keturunanmu. Kalau boleh jujur, aneh rasanya wkwk. Mimpi yang dulu kita bangun bersama, kini kau ukir sendiri tanpaku. Tapi tak apa, aku sudah rela. Aku Cuma mungkin sedikit kaget saat mendengar beritanya.

Berbahagialah dengan lelaki pilihanmu. Jaga dia, jangan kecewakan dia seperti aku. Ini jalan hidup yang kau pilih. Jalani lah dengan rasa penuh syukur. Aku sudah tak lagi mengutukmu. Aku tersenyum saat mendengar kabar kelahiran anakmu. Sedikit gemetar, tapi aku tersenyum. Yang semangat yaaa. Terimakasih buat pelajaran berharganya.


Ini mungkin tulisanku yang paling ga jelas isinya. tapi yaa namanya juga ditulis dadakan di jam 3 pagi wkwk. jadi yaa kalo kalian uda kenal sama penulisnya, harusnya kalian paham sama ke absurdan isi kepalanya... sekian

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dueño Del Corazón (#8)

Kejutan Akhir Tahun 2024 (#14)