First Gathering Dan Ketua Modal Nekat (DSIBC) Part II (#17)
Kita masuk ke minggu perkuliahan di kampus Itenas. Hari pertama masuk kelas
yaa aku layaknya mahasiswa baru yang tersesat diantara bangunan bangunan gede
yang ada di itenas. Bermodalkan peta di dinding depan gerbang kampus itenas,
Alhamdulilah aku tak nyasar di awal awal perkuliahan. Namun, perlu dicatat
teman temanku yang budiman, di cerita yang kutulis ini, sungguh aku tak ingin
membuat kepalaku keram membahas mata kuliah yang dibahas dikampus ini. Maka
dari itu, mari kita lompat ke ujung minggu. Yaitu kegiatan First Gathering.
Waktu kepala suku menginfokan ke kami bahwasanya kami akan dikumpulin barengan
di sebuah cafe sebagai bentuk awal silahturahmi, awalnya Aku agak males. Yaa maklum,
waktu itu jiwa introvertku lagi kambuh. Waktu itu lumayan lama tuh Aku
ngumpulin niat buat pergi atau engga. Alasan lain yang bikin aku makin males tu,
karna kami di bagi jadi beberapa kelompok yang notabene belum saling kenal sama
sekali. Ah sudah makin menjadi rasa malasku. Tapi yaa karna ada rasa takut
menjadi orang dungu di kemudian hari, dan juga ajakan keras dari kawan kawan
yang sama sama dari sumut. Akhirnya aku pun ngikut. Let me tell you
something, Dikumpulin di satu tempat bareng orang asing yang rame dan kaya
seolah olah dipaksa sok kenal sok dekat (SKSD) tu rasanya akward dan aneh
banget. Ditambah lagi, aku punya
pemikiran, kedekatan antar manusia itu gabisa dipaksakan. Bisa dibangun pelan
atau cepat tapi kalo emang ga cocok ya ga akan bisa akrab (makanya beberapa
kawan pmm aku sekedar tau nama tapi ga deket sama orangnya hehe). Begitu sampai di KopiKitaku (lokasi First
gathering) aku langsung ngumpul sama manusia yang punya kesamaan samaku. Yaitu
sama sama dari Sumut. Ga banyak si yang bisa kuceritain waktu first gathering. Soalnya
yaa namanya juga kumpul kumpul pertama kan. Yaa yauda gitu aja. Paling aku jadi
tau oo kepala sukunya ini, wakilnya ini dan seterusnya. Selebihnya yaa makanan
di cafe itu enak, dan minumannya hambar (sialan kau minuman coklat tanpa gula).
Foto perdana mahasiswa PMM4 Itenas Secara lengkap. Bisa kalian bayangkan
kalo manusia segini rame dipaksa untuk saling kenal dan saling akrab saat itu
juga? Behh nyut nyutan bisa kepala tu. Tapi makasih buat buk kepala suku, yang
sudah bersedia meluangkan uang, waktu dan tenaga untuk kegiatan ini. Hatur nuhun pisan teh
🙏.
ModNus 1 (Nu Art Studio)
-17 Februari 2024-
Nah tapi sebelum kami melaksanakan modul nusantara kami yang pertama, kami
ada di briefing di h-1 kegiatan. Tujuannya yaa biar kami ga petakilan dan ga
banyak tingkah waktu berkegiatan. Lokasi modnus kami yang pertama itu ada di Nu
Art Studio. Tempat seni gitu gitulah. Kami juga ngelakuin sesi pemilihan ketua
kelompok gitu. Soalnya kegiatan PMM ini terbagi 2 kelas, kelas Aksara dan
Biantara. Dimana masing-masing kelas akan ngelakuin kegiatan modnus yang berbeda setiap minggunya. Aku kebetulan kebagian kelas Biantara. Dan waktu pemilihan ketua
kelompok, entah kenapa Aku reflek mengajukan diri. Entah setan apa yang
merasuki kok bisa manusia satu ni sok sokan pengen menjabat jadi ketua. Waktu
aku mencalonkan diri, yang kaget ternyata bukan cuma aku. kawan kawanku juga
sama kagetnya. Aku masi inget waktu itu aku rebutan posisi itu sama salah satu
mahasiswa dari sulawesi. Namanya Rahim. Nah dia ngalah tu ke bocah slengean
yang belagu ini. Yaa akhirnya resmilah Aku menjabat dengan modal nekat.
Ketika hari H kegiatan, Alhamdulilahnya ketua dadakan tanpa ilmu yang cukup
ini tidak dihadapkan dengan cobaan yang aneh aneh aneh. Semua berjalan mulus
dan lancar. Ketika dilokasi, kami dibimbing untuk liat-liat karya seninya om
Nyoman Nuarta. Yaa dari yang abstrak. Sarat makna gitulah pokoknya.
Nah ini manusianya uda dipangkas nih, dari 70an orang sisa 35an orang. Kalo gini kan jadi lebih enak kalo mau mulai kenal kenalan. Oiya waktu gagal jadi ketua kelompok biantara, Rahim (manusia disebelahku dengan salam 2 jari) untungnya masi mau membantu aku selaku ketua kelas biantara ini. Behh pokoknya dia ni Inspiring banget lahh. Disini jugaa banyak kenangan yang manis dan kocak yang berhasil lahir. Kaya misalnya, disini aku tu langsung dibranding sama kelas biantara sebagai ketua yang petantang petenteng (bukan julukan yang bagus, tapi tetap kuterima). Pokoknya awal bonding kelas biantara tu dimulai dari sini.
Sekian Dulu, Peace Out ✌
Komentar
Posting Komentar